Tag: sir alex ferguson

Bayern MunchenBayern Munchen memang gagal melaju ke babak final Liga Champions musim ini, usai pada laga semifinal lalu tak mampu mengungguli perolehan agregat lawannya, Atletico Madrid. Kendari menang di leg kedua, Bayern justru tersingkir lantaran kalah produktivitas gol tandang.

Namun setidaknya ada satu penghibur Bayern Munchen. Raksasa Bavaria itu berhasil menciptakan sebuah rekor baru klub. Kemenangan di leg kedua atas Atletico dengan skor 2-1, telah membuat Bayern Munchen menyamai rekor kemenangan kandang beruntun di Liga Champions yang selama ini dipegang oleh Manchester United.

Rupanya kemenangan kandang di leg kedua lalu telah menjadi kemenangan ke-12 beruntun yang diraih Bayern Munchen di arena Liga Champions musim ini. Mereka mampu menyamai pencapaian Manchester United. Kubu Setan Merah sendiri menciptakan rekor tersebut pada periode tahun 2006 hingga 2009, dimana saat itu MU masih dilatih oleh Sir Alex Ferguson. Dari 12 kemenangan tersebut, Setan Merah berhasil melesatkan total 41 gol dan hanya kebobolan enam kali saja. Jelas sebuah perbedaan yang amat mencolok dengan penampilan MU musim ini.

Sementara kubu Die Roten harus cukup puas dengan raihan mereka di arena Liga Champions musim ini. Mereka kembali gagal menembus partai final. Raksasa Bundeliga itu harus kembali mengulang perjalanan mereka musim depan, saat tim dilatih oleh pelatih anyar mereka, Carlo Ancelotti. Tentu saja tugas berat sudah menanti Don Carlo musim depan, termasuk diantaranya mengembalikan kejayaan Munchen di kancah Liga Champions.

Read Full Article

Andy RoxburghSkotlandia merupakan bagian dari negara persemakmuran Inggris. Tak heran jika negara tersebut menjadi salah satu negara penyuplai pemain di Premier League. Sebut saja nama-nama beken seperti Kenny Dalglish, Denis Law, Jim Baxter, Gordon Strachan, Graeme Souness dan masih banyak pemain hebat lainnya yang merupakan produk asli Skotlandia.

Selain terkenal sebagai suplayer pemain, Skotlandia juga memiliki nama-nama manajer top yang berkecimpung di Premier League seperti Bill Struth, Graeme Souness, Kenny Dalglish, David Moyes dan tentu saja yang paling mahsyur adalah Sir Alex Ferguson.

Namun kendati demikian, prestasi timnas Skotlandia tidaklah mentereng atau bisa dibilang minim prestasi. Skotlandia bahkan tak pernah merasakan atmosfer Euro semenjak turnamen tersebut pertama kali digelar pada tahun 1960.

Namun nasib timnas Skotlandia seakan berubah ketikan tim yang berjuluk The Tartan Army itu ditukangi oleh Andy Roxburgh. Di dua tahun pertamanya menjadi manajer Skotlandia, ia gagal membawa Skotlandia lolos ke putaran Final Euro 1988. Namun kegagalan tersebut ia tebus dengan membawa Skotlandia lolos ke ajang yang lebih bergengsi yakni Piala Dunia 1990. Torehan apiknya pun berlanjut saat ia sukses membawa Skotlandia lolos ke Euro untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Meskipun di babak penyisihan grup, Skotalndia tak mampu berbicara banyak karena tergabung di grup neraka bersama Belanda, Jerman, dan CIS (Cikal Bakal Timnas Russia). Namun lolosnya Skotlandia ke Euro menjadi catatan sejarah baru bagi persepakbolaan negara tersebut.

Roxburgh memilih untuk mengundrukan diri dari jabatannya sebagai pelatih Skotlandia usia gagal membawa The Tartan lolos ke Piala Dunia 1994. Namun karirnya justru semakin meroket usai mengundurkan diri dati timnas Skotlandia. Ia ditunjuk menjadi direktur teknis UEFA sesaat setelah mengundurkan diri.

Read Full Article

 3 manajer mu tersukses
Berbicara tentang MU, tentu kita sepakat bahwa klub ini dulu merupakan salah satu penguasa di benua Eropa. Namun semenjak pensiunnya Sir Alex Ferguson, MU seakan kehilangan jati dirinya sebagai sang jawara. Mulai dari David Moyes, hingga kini Louis Van Gaal, masih belum mampu mengangkat performa MU, apalagi memberikan trofi. Memang performa MU musim ini mulai membaik usai perombakan tim yang dilakukan oleh LVG. Namun LVG baru bisa dikataan sukses bila sudah mampu memberikan MU beberapa trofi.

Sedikit flashback ke belakang, tahu kah anda bahwa semenjak tahun 1878 silam, MU saat ini telah mengoleksi 20 gelar Liga Inggris, 11 piala FA, empat Piala Liga dan tiga trofi Liga Champions. Ia tak lain merupakan bukti dari kesuksesan tiga tokoh manajer yang dianggap paling berjasa dalam torehan trofi MU. Siapa sajakah ketiga manajer sakti MU tersebut?

3. Ernest Mangnall (1903-1912)
Pertama, ada nama Ernest Mangnall yang menjadi manajer tersukses pertama MU. Yang menarik adalah ia mengawali karirnya justru sebagai sekretaris ketiga Manchester United. Tahun 1903, ia kemudian naik kasta dengan ditunjuk menjadi manajer Manchetser United yang setahun sebelumnya bernama Newton Heath. Tonggak kesuksesan MU datang pada tahun 1908. Ernest menjadi orang pertama yang berhasil memberikan trofi kepada MU. Semnejak saat ini MU mulai menancap eksistensinya di kancah domestik. Selama kiprahnya sebagai manajer MU, ia telah memberikan dua gelar Divisi Satu, Piala FA dan dua Charity Shields. Sebuah raihan yang spektakuler kala itu. Namun pada tahun 1911 Ernest mengejutkan fans ketika ia memilih untuk meninggalkan klub dan bergabung dengan rival sekota, Manchester City.

2. Matt Busby (1945-1971)
Pada masa ini, MU mulai menancapkan dominasinya di kancah Liga Domestik dan mulai melebarkan sayap ke pentas Eropa. Tak mudah bagi Matt untuk memberikan MU trofi, ia harus bersabar karena selama enam musim, ia empat kali gagal menjadi juara dan hanya berada di posisi runner up. Dan barulah pada tahun 1952 ia berhasil meraih trofi pertamanya. Ia pun lantas dikenal dengan skuad ‘Busby Babes’ yang merupakan kumpulan dari skuad muda. ‘Busby Babes’ sukses memenangkan dua gelar liga berturut-turut antara tahun 1955 dan 1957.

Namun sayang, bencana Munich pada tahun 1958 mengakhiri masa kejayaan ‘Busby Babes’. Bencana ini menyebabkan separuh tim Man United kehilangan nyawa. Kenadtai demikian Busby tak menyerah begitu saja, ia kemudian kembali membangun skuadnya dan kembali menegaskan bahwa masanya belum berakhir. Busby mempersembahkan Piala FA, Liga Inggris dan Piala Eropa (Liga Champions) satu dekade setelah bencana Munich.

1. Sir Alex Ferguson (1986-2013)
Siapa sangka, Fergie yang dulu hanya melatih tim tak beken, Aberdeen akan menjadi manajer tersukses di klub sebesar MU. Karirnya berawal ketika ia menjadi sorotan setelah membawa Aberdeen tampil memukau selama delapan musim dengan membawa klub Skotlandia tersebut menjadi kuda hitam di kompetisi Eropa dan mematahkan dominasi dua klub asal Glasgow, Rangers dan Celtic, di puncak Liga Skotlandia. Ia lantas direkrut pada tahun 1986, namun tak mudah bagi Fergie menukangi tim sebesar MU. Bahkan ia sempat akan dipecat. Namun mental sepuhan baja berlabel juara, kemudian mulai diperlihatkan Fergie. Pada tahun 1990 ia berhasil mengantarkan MU menjuarai Piala FA. Dan semenjak saat itu, selama 26 tahun seperti yang kita ketahui bersama, segudang trofi sudah ia persembahkan untuk Sang Setan Merah. Rasanya sulit bagi manajer manapun untuk menyamai prestasi Fergie dengan 13 gelar Premier League, lima Piala FA, empat Piala Liga dan dua gelar Liga Champions. Jelas, ia adalah manajer terbaik yang pernah dimiliki oleh MU.

Read Full Article

_42694439_giggs_fergie416

Sang legenda Manchester United, Ryan Giggs belum lama ini mengungkapkan bahwa Sir Alex Ferguson merupakan salah satu pelatih terbaik dunia, yang memiliki pendekatan personal yang baik antar anak asuhnya.

Sir Alex Ferguson lebih dikenal dengan gayanya yang suka meluapkan emosi di ruang ganti dan terkenal tegas, namun ternyata ada sisi baik yang tersembunyi dari sang pelatih, yakni Fergie tidak malu-malu untuk mengenal lebih dekat dengan semua orang yang ada di klub.

Giggs menambahkan bahwa, sang mantan pelatih yang pernah merasakan pahit manis bersama Reds Devils di Premier League mempunyai ingatan yang luar biasa. Hal ini terbukti dengan kemampuannya mengenal satu persatu semua orang yang ada di klub mulai dari gadis yang mengurusi laundry, chef, tukang bersih-bersih dan masih banyak lagi.

“Total ada sekitar 65 sampai 70 pemain di klub dan anda harus mengingat nama mereka, ditambah para pemain muda senior junior, dengan begitu 30 sampai 40 lagi. Hal tersebut, lantas diketahui oleh Fergie semua namanya, karena dia tertarik melihat mereka berkembang” terang Giggs kepada BBC

“Fergie adalah pria luar biasa dan bila dia melakukannya, semua orang yang ada di klub harus melakukannya juga” tutup Giggs.

Read Full Article