Tag: Legenda

David BeckhamMelirik persiapan matang yang dilakukan sejumlah raksasa Liga Primer Inggris, Legenda manchester United tersebut yakin bahwa musim depan tidak akan ada Leicester City kedua, atau tim kejutan yang menjuarai Kompetisi.

David Beckham, salah seorang legenda Tim Nasional Inggris dan Manchester United tersebut, percaya bahwa pada kampanye Liga Primer Inggris musim 2016/17 mendatang tidak akan ada lagi kejutan seperti yang terjadi musim lalu. Menurut mantan pemain Real Madrid tersebut, tim-tim raksasa Liga Primer sudah mempersiapkan diri dengan sangat baik saat ini.

Sebagaimana diketahui, musim lalu, Liga primer Inggris secara mengejutkan memang dimenangkan oleh tim yang sama sekali tidak diunggulkan. Kita semua tahu, mereka adalah Leicester City, tim asuhan Claudio Ranieri yang tidak memiliki satupun pemain bintang dalam skuatnya. Dengan penampilan yang konsisten dari pekan ke pekan, The Foxes berhasil menjuarai Liga Primer Inggris saat musim tinggal tersisa dua pekan lagi.

Kemungkinan untuk adanya kejutan serupa di musim depan tentu saja masih bisa terjadi, karena dalam dunia sepakbola, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi. Namun tidak demikian menurut Bechkam, liga primer Inggris musim depan tidak akan diwarnai lagi oleh kejutan.

”Saya sendiri tidak yakin bahwa kejutan seperti musim kemarin akan kembali terjadi musim depan. Mungkin saja, semua orang ingin menyaksikan hal seperti itu lagi, namun saya pribadi tidak demikian. Karena saya adalah pendukung Manchester United. Tapi, bagi mereka yang pendukung Netral, mungkin ingin melihat hal yang sama”

”Namun, saya pribadi tidak yakin dengan pengulangan lagi musim depan. Tentu saja, dengan banyak pelatih baru yang bergabung pada musim ini, akan sangat menarik rasanya untuk melihat mereka duduk di pinggir lapangan. Dan saya rasa, gelar juara akan jadi salah satu klub besar lagi tahun ini. Kita lihat saja nanti, karena tidak ada yang bisa menebaknya” Kata beckham kepada Sky Sports.

Read Full Article

Setelah 29 tahun mengabdi untuk Setan Merah, Ryan Giggs akhirnya memutuskan untuk mengakhiri masa pengabdiannya tersebut guna mengejar mimpinya menjadi manajer.

Ryan GigsLegenda sepakbola Wales tersebut memutuskan untuk angkat kaki dari Old Trafford untuk mengejar mimpinya menjadi seorang juru taktik sebuah klub. Giggs merasa sudah cukup punya pengalaman selama tiga musim menjadi asisten dari dua manajer berpengalaman, David Moyes dan Louis van Gaal.

Melalui situs resmi MU, Giggs mengatakan salam perpisahannya kepada para fans.

“Ini adalah keputusan besar bagi saya untuk meninggalkan klub yang telah menjadi hidup saya sejak usia 14 tahun,”

“Ini bukan keputusan yang mudah. Saya akan membawa semua kenangan spesial serta pengalaman seumur hidup ini yang semoga bisa berguna di masa mendatang.”

Ya memang itu bukan sebuah keputusan yang mudah bagi Giggs. Bayangkan saja ia sudah berada di Old Trafford saat usianya masih 14 tahun. Saat ini usianya sudah 42 tahun. Itu artinya Giggs sudah bersama MU selama 29 tahun. Sebuah bentuk loyalitas yang amat tinggi dari seorang Giggs. Dan kini ia pun berhak untuk mengejar cita-citanya untuk menjadi manajer.

Giggs merupakan salah satu anggota ‘Class of 92’ yang begitu tersohor pada waktu itu. Sejauh ini Giggs merupakan pemain dengan penampilan terbanyak di klub dan telah memenangkan setiap trofi utama di level klub sepakbola. Respect!

Read Full Article

Lionel MessiCopa America Centenario 2016 sudah memasuki pekan pertama. Tim-tim unggulan sukses menunjukkan dominasinya kepada tim-tim non unggulan. Hingga sajuh ini sudah ada 8 negara yang pernah mengangkat trofi Copa America. Dari 8 negara tersebut, Uruguay tercatat sebagai negara pengoleksi trofi Copa America terbanyak. Namun tahukah ternyata ada beberapa legenda amerika latin yang tak pernah merasakan indahnya juara Copa America?

Siapa sajakah pemain yang dimaksud? Berikut ini ulasannya. (Bagian ke-2)
4. Lionel Messi (Argentina)
Bintang sepakbola terbesar abad ini, Lionel Messi juga belum pernah mengecap trofi Copa. Padahal pemain ini sudah merasakan banyak trofi bersama Barcelona. Kesuksesannya di level klub seakan berbanding terbalik dengan pencapaiannya di level timnas. Sejauh ini Messi hanya mampu mempersembahkan medali emas di Olimpiade.

Messi tentu masih ingat betul bagaimana rasanya dikalahkan di laga final saat mereka berlaga di final Piala Dunia 2014. Saat itu Argentina harus tumbang dari Jerman. Trauma Messi pun terulang ketika di final Copa America 2015, Argentina dikalahkan oleh tuan rumah Chile, melalui drama adu penalti.

Meskipun demikian, Messi masih punya kesempatan di Copa America edisi spesial kali ini. Sejauh ini La Pulga sudah tampil menggila dengan mencetak tiga gol ke gawang Panama. Mungkinkah tahun ini kutukan Messi akan berakhir?

5. Diego Maradona (Argentina)
Jauh sebelum lahirnya Lionel Messi, Argentina telah memiliki satu bintang besar yang bernama Diego Armando Maradona. Pemain ini sukses mengantarkan Argentina menjadi jawara Piala Dunia 1986. Namun sayangnya, Maradona tak melengkapi kesuksesannya dengan trofi Copa America.

Maradona memulai kiprahnya di Copa America 1976, namun pada edisi tersebut tim tango hanya finish terakhir di grup dan Maradona hanya mampu mencetak sebiji gol. Pada edisi 1993 Maradona mengalami cedera, dimana pada akhirnya Argentina harus melalui kampanye yang suram karena tersingkir di babak grup.

Pada edisi 1987, Maradona berhasil mengantarkan Argentina tembus babak semifinal. Namun langkah mereka ke final digagalkan oleh Uruguay. Edisi berikutnya, 1989, Argentina kembali apes karena kalah di partai final.

Pada edisi 1991, Si Tangan Tuhan dilarang ikut Copa karena gagal lolos tes doping. Namun absennya Maradona justru membuat Argentina menjadi juara di edisi 1991. Dua tahun berikutnya, Maradona dicoret dari skuat Argentina untuk Copa America 1993 karena perselisihan dengan timnya. Dan lagi-lagi Argentina juara tanpa Maradona.

6. Pele (Brasil)
Jauh sebelum Maradona mendominasi amerika latin, benua eksotis tersebut punya Pele. Legenda terbesar sepakbola Brasil tersebut tercatat sebagai pemain tersukses di ajang Piala Dunia dengan memenangi tiga trofi termahsyur. Ia juga merupakan pemain pertama yang mencetak 1000 gol termasuk laga persahabatan.

Namun magis Pele tak terlihat di ajang Copa America. Sejatinya Pele mampu mengantarkan Brasil tembus laga final Copa America 1959 untuk kemudian berhadapan dengan musuh bebuyutan Argentina. Pele mencetak 1 gol yang membuat laga berakhir imbang 1-1. Namun karena argentina punya catatan yang lebih baik, gelar pun diberikan kepada tim tango. Itu adalah satu-satunya penampilan Pele di Copa America.

Incoming search terms:

  • legenda team tango
  • pemain amerika latin yg tak pernah mengangkat tropy copa amerika#spf=1
Read Full Article

Javier ZanettiCopa America Centenario 2016 sudah memasuki pekan pertama. Tim-tim unggulan sukses menunjukkan dominasinya kepada tim-tim non unggulan. Hingga sajuh ini sudah ada 8 negara yang pernah mengangkat trofi Copa America. Dari 8 negara tersebut, Uruguay tercatat sebagai negara pengoleksi trofi Copa America terbanyak. Namun tahukah ternyata ada beberapa legenda amerika latin yang tak pernah merasakan indahnya juara Copa America?

Siapa sajakah pemain yang dimaksud? Berikut ini ulasannya.

1. Carlos Valderrama (Kolombia)
Pemain yang memiliki gaya eksentrik ini disebut-sebut sebagai pemain terbaik Kolombia dari generasinya. Berciri khas rambut afro pirang, Valderama merupakan salah satu ikon sepakbola Amerika Latin di era 90-an. Tampil sebanyak 111 kali bersama timnas, ternyata Valderama belum sekalipun mengangkat trofi Copa America.

Pencapaian terbaiknya adalah tembus final Copa America tahun 1991. Setelah itu Valderama hanya mampu mengantarkan Kolombia tembus partai semifinal (Copa America 1993 dan Copa America 1995)

2. Javier Zanetti (Argentina)
Tak ada yang meragukan kemampuan yang dimiliki oleh legenda Inter Milan ini. Pemain yang dikenal memiliki loyalitas tinggi ini merupakan pemegang rekor caps terbanyak bersama timnas Argentina yakni sebanyak 143 caps. Hanya saja banyaknya caps tersebut tak menjamin Zanetti bisa meraih trofi Copa America. Meskipun telah tampil di ajang copa sebanyak lima edisi (1995, 1999, 2004, 2007 dan 2011), namun faktanya Zanetti tak mampu mempersembahkan trofi kepada Argentina.

Prestasi terbaiknya adalah tembus final Copa pada tahun 2004 dan 2007, tapi di dua edisi tersebut mimpi Zanetti untuk bisa merengkuh gelar juara selalu digagalkan oleh lawan yang sama, yakni sang rival abadi Brasil.

3. Socrates (Brasil)
Salah satu gelandang terbaik yang pernah dilahirkan Brasil ini ternyata belum sekalipun pernah merasakan indahnya trofi Copa America. Sepanjang karir internasionalnya, Socarates tampil dua kali di ajang Copa America yakni pada tahun 1979 dan 1983.

Di edisi pertamanya Socrates hanya mampu mengantarkan tim Samba melaju hingga babak semifinal, setelah secara mengejutkan dikalahkan oleh Paraguay yang kemudian menjadi pemenang di edisi tersebut. Di edisi keduanya, berhasil mengantarkan Brasil melaju sampai partai final. Tinggal selangkah lagi Socrates akan angkat trofi, namun sayang mereka harus mengakui keunggulan Uruguay di dua leg final. Di leg pertama Brasil tumbang dan di leg kedua hanya bisa bermain imbang.

Read Full Article