Tag: inter milan

JuventusPendapat tersebut dituturkan oleh pengacara Inter Milan, Luisa Torchia, dimana dia yakin bahwa TAR (Pengadilan Administratif Regional) bakal bisa melakukan tugasnya dengan baik. Mengagalkan klaim ganti rugi Juventus yang menurutnya tidak berdasar itu.

Juventus telah melayangkan Klaim Ganti Rugi Senilai 443 Juta Euro kepada pihak FIGC, namun klaim terkait kasus Calciopoli tersebut dianggap tidak memiliki dasar. Hal itu menurut anggapan seorang pengacara Inter Milan, Luisa Torchia.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2006 silam, terungkapkan Skandal Calciopoli yang mengguncang Sepakbola Italia. Juventus dinyatakan telah bersalah. Alhasil, Federasi Sepakbola Italia, FIGC, mengambil langkah tegas dengan melayangkan sanksi berat kepada sang juara bertahan. Memangkas dua scudetto mereka dan menghadiahkannya ke Inter Milan, kemudian mengirim Bianconneri ke Serie B Italia.

Namun, Juventus yang kokoh dengan fakta bahwa mereka tak bersalah, kemudian melancarkan serangkaian banding. Meneruskan persidangan, dimana akhirya memang sudah terbuka tabir yang mengungkap bahwa Bianconneri tidak bersalah. Karena merasa dirugikan dengan sanksi berat tersebut, Juventus kemudian melayangkan klaim ganti rugi sebesar 443 Juta Euro kepada pihak FIGC.

Juventus merasa diperlakukan tidak adil terkait dengan sanksi tersebut, namun alasan itu dianggap tidak berdasar oleh seorang pengacara Inter Milan, Luisa Torchia. Dia yakin, pihak TAR (Pengadilan Administratif Regional) bakal bekerja dengan baik dan tidak merestui klaim Juventus tersebut.

”Ini adalah antagonisme keolahragaan yang murni dibawa ke ruang pengadilan. Inter Milan tak perlu melakukan apapun, posisi Juventus juga tidak bisa diterima dan tidak berdasar. Kami berharap TAR melakukan tugas mereka dengan baik” Ujar Tochia kepada Football Italia.

Sebelum ini, Presiden FIGC, Carlo Tavecchio, mengatakan bahwa FIGC bakal bangkrut, seandainya Juventus memang benar melayangkan klaim ganti rugi tersebut.

Read Full Article

IcardiMenjadi kapten sebuah tim tentu saja menjadi sebuah kebanggaan setiap pemain. Hal itu pula yang tengah dirasakan oleh Mauro Icardi. Di usianya yang masih muda, ia diberi kepercayaan menjabat sebagai kapten sebuah tim besar. Ia pun mengaku sangat bangga bisa menjadi kapten Inter Milan. Namun ia pun tak lupa jika ban kapten yang ia kenakan berarti ia memiliki tanggung jawab yang besar untuk timnya.

Sejak bergabung dengan Inter Milan dari Sampdoria pada tahun 2013 silam, Icardi langsung menjadi salah satu pemain pilar di Gueseppe Meazza. Ia lantas diberi tanggung jawab yang besar sebagai kapten menggantikan Andrea Ranocchia sebelum awal musim 2015/16. Selain menjadi kapten tim, Icardi pun punya tugas lain yang tak kalah pentingnya yakni sebagai juru gedor di lini depan Inter Milan. Musim lalu bomber Argentina itu mampu mencetak 16 gol dari 33 penampilan di Serie A.

Semengtara terkait perganitna kepemilikan klub, Icardi mengaku jika dirinya juga ikut memantau perkembangan klub. Ia meyakini bahwa pemilik baru akan menjadi hal yang baik bagi Inter, seperti juga Moratti dan Thohir beberapa tahun belakangan ini.

Ya, Inter memang sudah berganti kepemilikan setelah saham mayoritas klub yang sebelumnya dimiliki Erick Thohir diakuisisi oleh Suning Holdings Group. Masuknya investor asal Tiongkok diyakini bakal membawa perubahan yang positif untuk Inter Milan.

Icardi pun berharap Inter bisa menemukan kembali jalan kejayaan mereka yang telah hilang beberapa periode silam.

Read Full Article

OlimpicoStadion sepakbola di era modern ini tak hanya digunakan sebagai tempat berlaga sebuah tim, melainkan juga menjadi simbol kebesaran ataupun identitas sebuah tim. Sebuat saja Stadion Wembley yang terkenal akan kemegahan dan sejarahnya bagi sepakbola Inggris.

Namun, tidak semua klub sepakbola memiliki stadion sendiri. Bahkan beberapa klub besar seperti Inter Milan dan AC Milan harus berbagi stadion untuk menggelar laga kandangnya. Selain dua klub tersebut, klub apa saja yang berbagi stadion? Berikut ini tujuh tim yang berbagi stadion dengan rivalnya.

1. Allianz Arena (Bayern Munchen & TSV 1860 Munchen)
Selama ini nama Allianz Arena begitu melekat dengan Bayern Munchen. Namun tak banyak yang tahu jika Bayern juga berbagi stadion yang sama dengan TSV 1860 Munchen. Bahkan keduanya sudah berbagi stadion sejak tahun 1972, saat stadion mereka adalah Olympiastadion. Pada tahun 2005, keduanya pindah markas di Allianz Arena.

2. San Siro (AC Milan & Inter Milan)
Kalau yang ini rasanya semua orang sudah tahu. Stadion San Siro merupakan tempat bertarung dua seteru abadi Inter Milan dan AC Milan. Dalam sejarahnya AC Milan lebih dulu menggunakan San Siro ketika pertama kali dibuka pada tahun 1926. Baru kemudian pada tahun 1946 Milan berbagi stadion dengan sang rival Inter Milan. Pada tahun 1980 stadion ini juga dinamakan Giuseppe Meazza untuk menghormati legenda Italia yang pernah bermain untuk kedua klub tersebut. Dan pada akhir bulan ini San Siro akan menjadi venue utama partai final Liga Champions yang mempertemukan dua tim sekota, Real Madrid dan Atletico Madrid.

3. Maine Road (Manchester City & Manchester United)
Mungkin tak banyak yang tahu jika dulunya stadion ini pernah menjadi stadion milik bersama Manchester City dan Manchester United. Dalam sejarahnya, stadion ini awalnya merupakan kandang The Citzens yang digunakan tahun 1923 sampai 2003. Perang Dunia kedua ternyata memaksa Setan Merah mengungsi ke Maine Road karena Old Trafford dibom pasukan Nazi Jerman. Mu pun diungsikan ke Maine Road sampai tahun 1949.

4. Olimpico (AS Roma & Lazio)
Lazio memilih Olimpico sebagai kandang mereka pada tahun 1953. AS Roma juga memakai Olimpico sebagai kandang mereka di tahun yang sama. Sejak saat itu stadion ini selalu rutin menggelar laga panas bertajuk Derby della Capitale. Namun kini Giallorossi siap untuk meninggalkan Olimpico dan tengah membangun stadion baru yang bernama Stadio della Roma yang diperkirakan akan rampung pada tahun 2018 mendatang.

Read Full Article

Erick ThohirInter Milan kini bukan lagi menjadi milik pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir. Kepemilikan utama Inter Milan kini telah berpindah tangan, setelah Erick Thohir menjual 70 persen saham Inter yang sempat ia kuasai kepada investor asal Tiongkok yang tergabung dalam bendera Suning Investment Group.

Setidaknya Thohir bisa meraup untung besar dari penjualan saham klub top Italia tersebut. Sebagai perbandingan, Thohir membeli 70 persen saham Inter MIlan pada tahun 2013 silam dengan harga 300 juta euro.

Kedatangan Thohir ke Inter Milan sempat melambungkan asa para fans nya yang sudah letih menanti perubahan. Hanya saja proyek yang digagas Thohir tak berjalan sesuai rencana. Padahal Tohir sudah menggelontorkan dana yang cukup besar untuk belanja banyak pemain musim lalu. Namun hasilnya nihil. Prestasi Inter Milan bisa dibilang mandeg. Musim ini mereka telah gagal mencapai target untuk lolos ke arena Liga Champions. Hal ini membuat Thohir terus memutar otak.

Menurut laporan yang dilansir oleh La Gazzetta dello Sport, meskipun sudah kleuar banyak dana, Thohir tetap mendapatkan untung besar karena bisa menjual saham miliknya senilai 500 juta euro. Laporan yang sama menyebutkan bahwa Inter sudah mengutus enam petingginya untuk melakukan negosiasi dengan Suning pada hari minggu waktu Tiongkok. Thohir sendiri berangkat dari Jakarta baru sampai di Nanjing pada pukul 18:30 waktu setempat.

Kini mayoritas saham Inter sudah berpindah tangan ke Suning Investment Group. Rencananya pihak Suning akan mengangkat Massimo Moratti sebagai penasehat agung di klub.

Read Full Article