Tag: eropa

BarcelonaMusim 2015/2016 telah ditutup oleh Real Madrid dengan satu trofi bergengsi yakni Liga Champions. Ini merupakan trofi ke-11 Madrid akang tersebut. Madrid lantas menasbihkan diri sebagai tim yang paling banyak memenangi Liga Champions.

Namun tahukah siapakah klub yang paling banyak mengoleksi trofi sejuh ini? Berikut ini data yang dilansir oleh talkSPORT.

11. Chelsea (26 trofi)
10. Atletico Madrid (28 trofi)
9. Inter Milan (39 trofi)
8. Arsenal (43 trofi)
7. AC Milan (47 trofi)
6. Liverpool (59 trofi)
5. Juventus (60 trofi)
4. Manchester United (63 trofi)
3. Bayern Munchen (65 trofi)
2. Real Madrid (80 trofi)
1. Barcelona (85 trofi)

Dari rincian tersebut dapat diketahui bahwa Barcelona menjadi klub dengan koleksi terbanyak di Eropa. Blaugrana total sudah memenangkan 85 trofi sepanjang klub tersebut berdiri. Barca merupakan satu-satunya klub yang bisa memenangkan treble dua kali. Trofi level Eropa mereka adalah lima trofi Piala Eropa/Liga Champions, empat Piala Winners, tiga Fairs Cup, lima Piala Super Eropa dan tiga Piala Dunia Antar Klub. Sementara untuk level domestik, Barca telah merengkuh 24 gelar La Liga, 28 juara Copa del Rey, 11 Piala Super Spanyol dan 2 Piala Liga Spanyol.

Sedangkan sang rival Real Madrid berada di urutan kedua dengan koleksi trofi sebanyak 80 trofi, terpaut lima trofi saja dari Barcelona. Madrid tercatat menjadi tim paling sukses di ajang Liga Champions dengan raihan 11 trofi. Untuk level eropa lainnya Madrid telah mengoleksi dua Piala UEFA dan Piala Super Eropa plus tiga Piala Interkontinental dan satu Piala Dunia Antar Klub.

Sementara untuk level domestik, Madrid memegang rekor La Liga dengan 32 gelar ditambah 19 Copa del Rey, sembilan Piala Super Spanyol dan satu gelar di kompetisi yang sudah mati Piala Liga Spanyol.

Incoming search terms:

  • daftar klub peraih trofi terbanyak
  • klub peraih trophy terbanyak di dunia
  • klub peraih trofi terbanyak di semua kompetisi
  • klub dengan trofi terbanyak
  • daftar klub peraih trofi terbanyak di dunia
  • klub peraih trofi terbanyak di semua ajang
  • klub paling banyak trofi di dunia
  • klub dengan trofi terbanyak 2016
  • klub paling banyak trofi
  • klub dengan trophy terbanyak
Read Full Article

PSGSemua liga besar di Eropa sudah mendapatkan pemenang masing-masing. Di Premier League ada Leicester City yang menorehkan sejarah baru. Di Serie A ada Juventus yang berhasil bangkit dari keterpurukan dan berhasil meraih gelar keempat beruntunnya. Di La Liga ada Barcelona yang berhasil memenangi maraton poin atas sang rival abadi. Di Bundesliga ada Bayern Munchen yang masih mendominasi. Dan di Ligue 1 ada PSG yang sudah mengunci gelar sejak beberapa bulan lalu.

Diantara semua tim tersebut, PSG boleh dibilang sebagai raja rekor musim ini. Klub kebangaan warga paris tersebut bahkan sudah mengunci gelar juara Ligue 1 pada 13 Maret lalu. Selain itu dominasi PSG begitu terlihat dari banyak rekor yang mereka torehkan musim ini. Apa saja rekor yang telah diukir PSG musim ini? Berikut ini deratan rekor PSG sepanjang musim ini.

1. Rekor poin terbanyak dalam satu musim (96 poin).
2. Poin terbanyak dalam laga away (48 poin musim ini).
3. Juara paling cepat pad matchday 30.
4. Jarak paling jauh antara juara dan peringkat dua (31 poin).
5. Poin terbanyak dikumpulkan pada paruh pertama musim (51 poin).
6. Rekor tak terkalahkan paling lama (36 pertandingan).
7. Kemenangan terbanyak dalam satu musim (30 kemenangan).
8. Kemenangan paling banyak di laga away dalam satu musim (15 kemenangan)
9. Kebobolan paling sedikit (19 gol)
10. Kebobolan paling sedikit dalam laga away (7 gol).
11. Selisih gol paling banyak (+83 gol)
12. Kemenangan away terbesar (9-0 saat menghadapi Troyes).
13. Pemain dengan assist paling banyak dalam semusim (Angel Di Maria – 18 assist).

Read Full Article

Fatih TerimTurki memang bukan langganan jawara di kompetisi Eropa. Namun negara tersebut mampu menelurkan generasi pemain-pemain hebat yang tersebar diseluruh penjuru Eropa. Tak hanya pemain, Turki juga memproduksi pelatih-pelatih hebat. Salah satu pelatih top yang lahir di Turki adalah Fatih Terim.

Terim merupakan legenda klub Turki Galatasaray. Ia menjadi bagian dari klub tersebut selama periode tahun 1974-1985. Sementara untuk level timnas, Terim sudah memiliki 51 Caps bagi Ay-Yidizlilar (julukan timnas Turki). Namun nama Terim pada akhirnya lebih dikenal sebagai pelatih.

Ia memulai karir kepelatihannya tahun 1990, saat ia ditunjuk menjadi assisten Sepp Piontek di Timnas Turki. Di tahun yang sama ia juga ditunjuk menjadi manajer Timnas Turki U-21. Terim naik jabatan saat Piontek mengundurkan diri sebagai manajer Timnas Turki di tahun 1993.

Di kesempatan pertamanya menjadi pelatih timnas senior Turki, Terim mampu menorehkan sejarah baru di negara tersebut, dengan mengantarkan Turki lolos untuk pertama kalinya ke putaran final Euro pada tahun 1996. Namun sayang di fase grup, Turki harus puas menjadi juru kunci di grup D yang dihuni Portugal, Kroasia, dan Juara bertahan Euro 92, Denmark. Kendati demikian, pencapaian Turki itu mendapat apresiasi tinggi dari warga Turki.

Usai Euro, Terim mengundurkan diri dan melanjutkan karir sebagai juru taktik Galatasaray. Sejak saat itu karir kepelatihannya pun semakin mengkilap. Terbukti Terim ditunjuk menjadi pelatih tim-tim besar seperti Fiorentina dan AC Milan. Pada tahun 2005 ia kembali menjadi pelatih timnas Turki menggantikan Ersun Yanal.

Di kesempatan keduanya tersebut, Terim dibebani untuk bisa mengantarkan Turki lolos ke putaran final Piala Dunia 2006 di saat pertandingan kualifikasi hanya tersisa tiga laga. Terim sejatinya mampu membawa Turki lolos ke babak playoff. Namun sayang di laga Playoff mereka harus tersingkir akibat kalah aturan gol tandang dari Swiss. Namun kegagalan ini ditebus dengan mantap oleh Terim dengan mengantarkan lolos ke babak semifinal Euro 2008. Namun sayang langkah mereka terhenti oleh Jerman di semifinal.

Setelah itu Terim kembali dipercaya menjadi juru taktik Turki untuk persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Namun sayang ia gagal membawa Turki lolos ke putaran final. Dengan kegagalannya tersebut Terim mengundurkan diri dari Timans Turki dan kembali melatih Galatasaray.

Kembali bersama galatasaray, Terim sukses memberikan klub tersebut trofi Liga Super Turki dua tahun berturut-turut (2011/2012 dan 2012/2013). Setelah itu Terim pun kembali diminta menangani Timnas Turki yang mengalami krisis di bawah kepemimpinan Abdullah Avci di kualifikasi Piala Dunia 2014. Terim sejatinya tinggal selangkah lagi lolos ke ke putaran Final Piala Dunia 2014 jika saja di laga pamungkas tak ditumbangkan oleh Belanda.

Terim kemudian berhasil membalas Belanda pada kualifikasi Euro 2016. Mereka berhasil lolos ke putaran putaran Final Euro sebagai Peringkat ketiga terbaik di sepanjang kualifikasi Euro. Sementara Belanda gagal lolos ke putaran final Euro.

Read Full Article

Antonio MartialMedia Prancis, France Football belum lama ini merilis daftar pemain terbaik Eropa dibawah usia 23 tahun, musim ini. Dan hasilnya ternyata di dalam daftar tersebut didominasi oleh pemain-pemain muda Premier League. Tercatat ada empat pemain muda Premier League yang masuk ke dalam skuad terbiak Eropa U-23 tersebut yakni Anthony Martial, Philippe Coutinho, Hector Bellerin dan Harry Kane.

Penghargaan ini merupakan satu yang paling bergengsi untuk para pemain muda. Komposisi selengkapnya adalah sebagai berikut.

Kiper :
Jan Oblak (Atletico Madrid);

Bek :
Hector Bellerin (Arsenal), Raphael Varane (Real Madrid), Marquinhos (PSG), David Alaba (Bayern Munich);

Tengah :
Marco Verratti (PSG), Paul Pogba (Juventus), Philipe Coutinho (Liverpool),

Depan :
Antonio Martial (Manchester United ); Dybala (Juventus), Harry Kane (Tottenham)

Dengan skema 4-3-3, skuad ini memiliki komposisi yang ideal dari lini paling belakang hingga terdepan. Untuk posisi kiper, Jan Oblak (Atletico Madrid) menjadi kiper terbaik Eropa U-23 musim ini.

Kemudian untuk di barisan pertahanan ada empat nama yang mendapat gelar bek muda terbaik Eropa saat ini yaitu Hector Bellerin (Arsenal), Raphael Varane (Real Madrid), Marquinhos (PSG), David Alaba (Bayern Munich).

Beralih ke lini tengah ada tiga nama yang memag bagitu menonjol musim ini. Ketiga nama tersebut adalah Marco Verratti (PSG), Paul Pogba (Juventus), Philipe Coutinho (Liverpool).

Sedangkan untuk lini penyerangan, didominasi oleh dua penyerang Premier League yakni Antonio Martial (Manchester United ) dan Harry Kane (Tottenham) dan satu lagi tambahan Paulo Dybala (Juventus) yang membuat skuat ini semakin mengerikan.

Incoming search terms:

  • gelandang muda terbaik saat ini
  • gelandang muda terbaik
  • pemain muda terbaik 2016
  • pemain muda terbaik
  • gelandang muda terbaik 2016
  • striker muda terbaik dunia
  • pemain muda terbaik eropa
  • daftar pemain muda terbaik 2016
  • striker muda terbaik
  • bek muda terbaik
Read Full Article